3 Mata Uang Ini melemah, AS 'segera' hambat laju kenaikan suku bunga

DuaLipa.id Nilai tukar mata uang melemah, beberapa negara berkembang merasakan dampak dari kenaikan dolar dalam beberapa pekan terakhir. Wakil Ketua The Fed Lael Brainard mengindikasikan secepatnya bank sentral dapat segera meng-hambat laju kenaikan suku bunga dolar Amerika itu. 

Ketua The Fed, Jerome Powell


Hampir 2 pekan terakhir, kurs dolar Amerika serikat terus menguat dan terpantau terakhir kalinya tembus Rp 15.700 terhadap rupiah. Akibat dari Kebijakan Federal Reserve menaikkan suku bunga, banyak warga negara dunia berbondong - bondong menyimpan uang mereka diperbankan . 

Langkah Agresif yang dilakukan The Fed itu di respon oleh negara - negara lain, yang tidak ingin kalah saing dengan turut menaikkan suku bunga yang sama. Dari upaya itu hasil yang diharapkan agar selisih suku bunga dapat menyimbangi tren dolar AS yang kian naik. 


Namun, alih-alih ingin mempertahankan . Ada beberapa negara yang bahkan alami pemrosotan nilai mata uang yang berujung pada krisis internal ekonomi negara. 

Cedi,GHANA

Ghana alami krisis moneter menjadi peringkat teratas



Dikutip dari Steve Hanke, profesor ekonomi terapan di Universitas Johns Hopkins. " Ghana berada diurutan teratas dalam daftar kinerja mata uang terburuk ditahun ini ".

Masalah internal GHANA disebutkan pada masalah meningkatnya biaya hidup dan beban utang yang tidak berkelanjutan sehingga memaksa pemerintah untuk meminta bantuan Dana Moneter Internasional, sebuah langkah yang tidak biasanya disetujui oleh partai yang berkuasa dan oposisi.

Dolar Zimbabwe ,Zimbabwe - Peso,kuba

Dolar Zimbabwe berada di urutan kedua nilai tukar terendah 



Peso Kuba ditempatkan di urutan kedua dengan kinerja mata uang terburuk didunia. Penurunan tercatat 56,36℅ terhadap dolar, disusul Zimbabwe paling mengejutkan alami nilai hingga 76,74%. Baik Kuba dan Zimbabwe rutin mendapat langganan inflasi yang menggiurkan. 

Pound,Mesir

Gubernur Bank Sentral Mesir



Negara Mesir juga alami pemrosotan dan diketahui termasuk ke daftar level terendah baru dari 10 mata uang berkinerja terburuk tahun 2022, menurut Hanke.

Likuiditas eksternal kini berada di posisi terburuk yang memaksa Fitch Ratings memangkas prosfek kredit negara. Selain itu, Mesir juga dihadapkan masalah devisa yang semakin terkuras pada bulan maret $35 milliar dan tercatat hingga dibawah $32 milliar pada oktober lalu. 


Artikel serupa: AS Khawatir Dampak Kripto pada Stabilitas Keuangan Negara

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url